Wednesday, February 4, 2009
Sunday, February 1, 2009
Wednesday, April 2, 2008
CPNS DINKES DKI JAKARTA 2008

Organisasi mana yang langgeng? Hanya satu yaitu yang mempunyai kader, dan tempat kader tumbuh dengan baik. Agar baik, tentunya perlu mendapat arahan, binaan agar tujuan Pelayanan Kesehatan bagi penduduk DKI Jakarta berhasil prima. Bekal awal KSAD (knowledge, skill, attitude dan self development) adalah modal dasar pelayan prima bagi klien yang sakit dan membutuhkan kesehatan. Pengorbanan petugas kesehatan disegala lapisan pelayanan didasarkan atas KIPS (khusyuk, ikhlas, pasrah dan syukur) sebagaimana yang diajarkan dalam ESQ165 dan SEFT.
Sudah banyak para calon yang melalui pengkaderan di Subdinkes Gadar Bencana, setiap angkatan mendapat wacana dan masukan yang signifikan, diharap menjadi pegangan teman CPNS saat bertugas sebagai PNS di tempat tugas barunya. Sukses, semoga Allah memberkati.
Ada beberapa angkatan yang lalu, diantaranya ada pada gambar berikut :
Thursday, March 13, 2008
Pra Persiapan GLADI MASS CASUALTY

Kolonel dr. Komaruddin, SpB, Kepala UGD RSPAD GATOT SUBROTO dan Mayor dr. Rusdiyanto, SpB Berkunjung ke Subdinkes Gawat Darurat dan Bencana Dinkes {rov.DKI Jakarta. Dalam acara ramah tamah, juga berbincang dengan seluruh staf, dalam rangka persiapan Gladi Intra Rumkit menghadapi Mass Casualty korban ledakan bom, sehingga melewati batas kemampuan RSPAD dalam menangani kasus yang ada. Gladi akan dilaksanakan pada pertengahan bulan April 2008, melibatkan banyak pihak utamanya dari dalam lingkungan RSPAD Gatot Subroto.
Semoga kerja sama ini bermanfaat bagi penanganan KLB Bencana pra Rumah Sakit dan Rumah Sakit, menjadi pembelajaran bagi DKI Jakarta. Segala masukan ditunggu dan silakan kirim ke : gadardki@yahoo.com
AGsk
Friday, March 7, 2008
Friday, January 25, 2008
TIM DVI
Bencana, Kejadian Luar Biasa baik yang terjadi di Indonesia, Indonesia Barat, Regional Barat DVI maupun Regional 3 PPKR mau ditak mau menjadi lingkup kerja Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Khusus untuk korban mati massal, maupun perorangan, akibat KLB, Bencana membutuhkan penanganan yang profesional terkait dengan aspek hukum pidana, perdata. Dibutuhkan Tim DVI (Disaster Victim Identification) atau Tim Penilai Korban mati Massal pada Bencana.
Bersama biro Adkesmas, Hkum dan Ortala Pemda DKI, subdinkes Gadarbencana, Bidokkes Polda Metro Jaya menyusun draft SK Gu tentang Tim DVI DKI Jakarta.
Draft SK Gubernur terkait petugas utama, pendukung dibutuhkan agar segala langkah dapat didukung oleh SDM, perAlatan dan penDanaan. Sebagai Ibukota negara, provinsi maka Pemprov DKI Jakarta berkewajiban mendukung semuanya secara hukum dan pelaksanaan.
AGsk
Bersama biro Adkesmas, Hkum dan Ortala Pemda DKI, subdinkes Gadarbencana, Bidokkes Polda Metro Jaya menyusun draft SK Gu tentang Tim DVI DKI Jakarta.
Draft SK Gubernur terkait petugas utama, pendukung dibutuhkan agar segala langkah dapat didukung oleh SDM, perAlatan dan penDanaan. Sebagai Ibukota negara, provinsi maka Pemprov DKI Jakarta berkewajiban mendukung semuanya secara hukum dan pelaksanaan.
AGsk
Tuesday, January 15, 2008
MALARI
30 tahun lalu, Malari terjadi. Hariman Siregar, satu tokohnya, sekarang dokter. Soeharto, tokoh sentral yang di demo, sekarang sakit. Mari kita berdoa untuk kesembuhannya, sejarah menghendaki kita arif dan pemaaf. Sekarang kita berkumpul untuk memohonkan maaf kepada Allah swt, amiin.
Monday, January 7, 2008
B4M (Bincang Bincang Bersama Bu Menteri kesehatan ri)
Malam Senin, tanggal 3 Januari 2008, di TV Metro, acara B4M, membicarakan peranan kesehatan dalam penanggulangan bencana. Hadir Prof. Idrus Paturusi, Prof. Aryono D.Pusponegoro, M.Thabrani, Rustam M Pakaya dan tentunya Ibu Menteri Kesehatan DR. Siti Fadillah Supari. Dari bincang, didapat informasi peran regionalisasi Indonesia dalam 9 regional pusat penanggulangan krisis dan percepatan pencapaian waktu penanganan tanggap darurat saat bencana. Pengakuan kolega kesehatan luar negeri atas kecepatan, efektifitas dan efisiensi dokter Indonesia dalam penanganan kasus korban kesehatan di banyak bencana.
AGsk
SOP BANJIR DAN BASARNAS
Sering tergopoh-gopoh, sering mudah lupa. Satu cara untuk memnyigakan diri dan siap adalah adanya Panduan Pelaksanaan dan Panduan Teknis. Segera dibuatkan SOP Banjir 2008, sebagai kristalisasi kegiatan tahun 2005-2007. Terlebih dengan terbitnya Buku PPKR dan Undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
http://health.groups.yahoo.com/group/indofirstaid/message/4228
Jakarta - Terhitung Mei 2008, Badan SAR Nasional (Basarnas) tidak akan lagi berada di bawah Departemen Perhubungan.
Presiden SBY menerbitkan Perpres 99/2007 yang memutuskan Basarnas sebagai Lembaga Pemerintahan Non Departemen (LPMD). "Kita diberi waktu 6 bulan sejak 15 November 2007 untuk lepas dari Dephub dan langsung di bawah Presiden. Itu berarti sekitar 15 Mei 2008," kata Kepala Basarnas Bambang Karnoyudho di sela-sela silaturahmi Menhub Jusman Syafii Djamal dengan pejabat eselon I di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (4/1/2008).
Dengan pemisahan itu, Bambang menyebutkan, kinerja Basarnas untuk operasi SAR bisa lebih optimal. Konsekuensinya, Basarnas membutuhkan lebih banyak SDM lagi. "Tahun 2007 kita juga sudah menerima 500 pegawai untuk rescuer, padahal kita minta sebanyak 1.110 orang per tahun yang direkrut dari tahun 2007-2009.
Nanti kita usulkan ditingkatkan lagi," ujar Bambang. Dia menjelaskan, hingga akhir tahun 2007, total jumlah pegawai yang dimiliki Basarnas hanya 885 orang. Jumlah ini jauh dari ideal (sekitar 3.000-3.500 orang). Pegawai Basarnas ini nantinya akan disebar di 24 provinsi tempat perwakilan berada. Tak hanya SDM, Bambang juga mengungkapkan, dengan menjadi LPMD, anggaran yang diterima Basarnas meningkat dua kali lipat.
Jumlahnya pada tahun 2008 ini mencapai Rp 600 miliar dari yang sebelumnya Rp 300 miliar. "Anggaran tahun 2007 untuk peningkatan SDM, sedangkan anggaran 2008 untuk melengkapi peralatan seperti perahu dan helikopter yang menghabiskan dua pertiga total anggaran," papar Bambang.
Hingga 6 bulan ke depan, Basarnas akan melakukan penataan organisasi dan pengalihan aset termasuk karyawan. "Nanti karyawan kita berikan pilihan, apakah mau jadi PNS di bawah Dephub atau ikut Basarnas," pungkas Bambang. (bal/umi)
http://health.groups.yahoo.com/group/indofirstaid/message/4228
Jakarta - Terhitung Mei 2008, Badan SAR Nasional (Basarnas) tidak akan lagi berada di bawah Departemen Perhubungan.
Presiden SBY menerbitkan Perpres 99/2007 yang memutuskan Basarnas sebagai Lembaga Pemerintahan Non Departemen (LPMD). "Kita diberi waktu 6 bulan sejak 15 November 2007 untuk lepas dari Dephub dan langsung di bawah Presiden. Itu berarti sekitar 15 Mei 2008," kata Kepala Basarnas Bambang Karnoyudho di sela-sela silaturahmi Menhub Jusman Syafii Djamal dengan pejabat eselon I di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (4/1/2008).
Dengan pemisahan itu, Bambang menyebutkan, kinerja Basarnas untuk operasi SAR bisa lebih optimal. Konsekuensinya, Basarnas membutuhkan lebih banyak SDM lagi. "Tahun 2007 kita juga sudah menerima 500 pegawai untuk rescuer, padahal kita minta sebanyak 1.110 orang per tahun yang direkrut dari tahun 2007-2009.
Nanti kita usulkan ditingkatkan lagi," ujar Bambang. Dia menjelaskan, hingga akhir tahun 2007, total jumlah pegawai yang dimiliki Basarnas hanya 885 orang. Jumlah ini jauh dari ideal (sekitar 3.000-3.500 orang). Pegawai Basarnas ini nantinya akan disebar di 24 provinsi tempat perwakilan berada. Tak hanya SDM, Bambang juga mengungkapkan, dengan menjadi LPMD, anggaran yang diterima Basarnas meningkat dua kali lipat.
Jumlahnya pada tahun 2008 ini mencapai Rp 600 miliar dari yang sebelumnya Rp 300 miliar. "Anggaran tahun 2007 untuk peningkatan SDM, sedangkan anggaran 2008 untuk melengkapi peralatan seperti perahu dan helikopter yang menghabiskan dua pertiga total anggaran," papar Bambang.
Hingga 6 bulan ke depan, Basarnas akan melakukan penataan organisasi dan pengalihan aset termasuk karyawan. "Nanti karyawan kita berikan pilihan, apakah mau jadi PNS di bawah Dephub atau ikut Basarnas," pungkas Bambang. (bal/umi)
DUKA CITA
Kita semua berasal dari Nya, akan kembali kepada Nya. Pilu memang, fitrah sebagai manusia, tawakal adalah jawaban terbaik. Berdoa semoaga diampuni semua kesalahan dan dosa, diterima diSISINYA, Amiin doa kami.
Orang tua, ayah Zainal, meninggal hari Senin tanggal 7 Januari 2008, pagi hari dan akan dimakamkan sore hari di pemakaman Semper.
Rekan dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, ikut berduka cita dan berdoa. Tabahkan diri mu teman. Kami akan menghibur dan berteman selalu.
A Gesek
Sunday, December 23, 2007
BERITA PELAYANAN DKI JAKARTA
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta mencoba untuk menjelaskan tata cara permohonan pelayanan berupa prosedur dan persyaratan apa saja yang di butuhkan sehingga diharapkan masyarakat dapat serta menikmati pelayanan yang mudah dan cepat.

Kartu Keluarga Akta Kelahiran
Akta Kematian Pelayanan Pencatatan Perkawinan
Pelayanan Akta Catatan Sipil yang Rusak, Hilang/ Terbakar
Kartu Keluarga Akta Kelahiran
Akta Kematian Pelayanan Pencatatan Perkawinan
Pelayanan Akta Catatan Sipil yang Rusak, Hilang/ Terbakar
Surat Keterangan Pindah
Kartu Identitas Penduduk Musiman (KIPEM)
Kartu Identitas Penduduk Musiman (KIPEM)
Surat Keterangan Tamu
Prosedur Umum Pemakaman Jenazah Baru
Prosedur Umum Pemakaman Jenazah Baru
Prosedur Perpanjangan Izin Penggunaan Tanah Makam
Prosedur Pemakaian Kendaraan Jenazah dan Kelengkapannya
Prosedur Pemakaian Kendaraan Jenazah dan Kelengkapannya
Prosedur Pemakaian Peralatan Perawatan Jenazah
Prosedur Pemakaman Jenazah Bagi Ahli Waris Tidak Mampu
Prosedur Pemakaman Jenazah Bagi Ahli Waris Tidak Mampu
Prosedur Pemakaman Jenazah terlantar/ yang tidak diketahu Ahli Warisnya
Prosedur Pemakaman Tumpangan
Prosedur Pemakaman Tumpangan
Syukur Nikmat
Oleh : Tia Siti Nuratiah
Bencana, akibat alam, non-alam atau sosial, mengapa tanyanya. Kurang atau tidak ber syukur.
Seorang ulama besar Ibrahim ibn Adham pernah mengatakan salah satu hal yang menyebabkan doa seseorang tidak dikabulkan Allah SWT adalah ia banyak memakan nikmat Allah, akan tetapi ia tidak mensyukurinya. Syukur berasal dari bahasa Arab syakara-yasykuru-syukran, yang berarti mengucapkan rasa terima kasih.
Dalam pengertian agama Islam syukur dimaknai sebagai ucapan rasa terima kasih seorang hamba kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan kepadanya. Baik nikmat dalam bentuk materi; seperti makanan, harta, dan kedudukan, maupun dalam bentuk
nonmateri; seperti kesehatan, keislaman, dan keimanan.
Untuk mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan-Nya, seseorang tidak cukup dengan hanya mengungkapkannya dalam bentuk kata-kata, seperti mengucapkan alhamdulillah atau kata-kata lain yang serupa dengan itu. Rasa syukur tidak cukup hanya di lisan, tapi juga harus diwujudkan dalam bentuk sikap dan perbuatan yang mengarah pada mengingat kebesaran Allah SWT, melaksanakan segala perintah-Nya, dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Dengan mengingat kebesaran Allah, maka kita akan merasa kecil dan rendah di hadapan-Nya. Bahwa ada Zat Yang Mahakuat yang telah menentukan nasib dan takdir manusia. Dan dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya menunjukkan hanya ada satu Zat saja yang harus kita patuhi dan taati, yaitu Allah SWT.
Bagi seorang hamba yang selalu mensyukuri nikmat Allah sekecil apa pun dan seringan apa pun, Allah akan membalasnya dengan nikmat yang berlipat ganda. Hal ini sesuai dengan janji Allah di dalam surat Ibrahim (14) ayat 7, ''... sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.''
Untuk itu alangkah baiknya kita merenung sejenak. Apakah selama ini kita sudah menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT, baik dalam konteks kita sebagai individu maupun sebagai warga negara yang telah dilimpahi karunia dan nikmat yang demikian berlimpah, seperti kekayaan laut, hutan, sungai, dan sebagainya. Atau, kita malah menyia-nyiakan nikmat itu semuanya? Sudahkah kita bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan? Wallahu a'lam bish-shawab.
Bencana, akibat alam, non-alam atau sosial, mengapa tanyanya. Kurang atau tidak ber syukur.
Seorang ulama besar Ibrahim ibn Adham pernah mengatakan salah satu hal yang menyebabkan doa seseorang tidak dikabulkan Allah SWT adalah ia banyak memakan nikmat Allah, akan tetapi ia tidak mensyukurinya. Syukur berasal dari bahasa Arab syakara-yasykuru-syukran, yang berarti mengucapkan rasa terima kasih.
Dalam pengertian agama Islam syukur dimaknai sebagai ucapan rasa terima kasih seorang hamba kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan kepadanya. Baik nikmat dalam bentuk materi; seperti makanan, harta, dan kedudukan, maupun dalam bentuk
nonmateri; seperti kesehatan, keislaman, dan keimanan.
Untuk mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan-Nya, seseorang tidak cukup dengan hanya mengungkapkannya dalam bentuk kata-kata, seperti mengucapkan alhamdulillah atau kata-kata lain yang serupa dengan itu. Rasa syukur tidak cukup hanya di lisan, tapi juga harus diwujudkan dalam bentuk sikap dan perbuatan yang mengarah pada mengingat kebesaran Allah SWT, melaksanakan segala perintah-Nya, dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Dengan mengingat kebesaran Allah, maka kita akan merasa kecil dan rendah di hadapan-Nya. Bahwa ada Zat Yang Mahakuat yang telah menentukan nasib dan takdir manusia. Dan dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya menunjukkan hanya ada satu Zat saja yang harus kita patuhi dan taati, yaitu Allah SWT.
Bagi seorang hamba yang selalu mensyukuri nikmat Allah sekecil apa pun dan seringan apa pun, Allah akan membalasnya dengan nikmat yang berlipat ganda. Hal ini sesuai dengan janji Allah di dalam surat Ibrahim (14) ayat 7, ''... sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.''
Untuk itu alangkah baiknya kita merenung sejenak. Apakah selama ini kita sudah menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT, baik dalam konteks kita sebagai individu maupun sebagai warga negara yang telah dilimpahi karunia dan nikmat yang demikian berlimpah, seperti kekayaan laut, hutan, sungai, dan sebagainya. Atau, kita malah menyia-nyiakan nikmat itu semuanya? Sudahkah kita bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan? Wallahu a'lam bish-shawab.
GEMPA BUMI
Pelajaran dari adanya masukan surat Dubes Brazilia ? Kesiapsiagaan, Mitigasi dalam siklus bencana. Informasi akan terjadinya gempa pada tanggal 23 Desember 2007 di Laut Hindia barat Bengkulu, membuat pemerintah wspada dan siaga, biaya besar, namun tertutupi dengan gerak bersama aparat pemerintah.
Hidup akrab dengan bencana. Liha ke http://www.bmg.go.id/ ,http://www.ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&id=1460 dan http://www.usgs.gov
AGsk
Hidup akrab dengan bencana. Liha ke http://www.bmg.go.id/ ,http://www.ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&id=1460 dan http://www.usgs.gov
AGsk
AJAKAN BER WEBDESIGN
Setelah mencoba dan mencoba lagi, kami ajak anda sekalian untuk memanfaatkan pembuat webdesign www.blogger.com sebagai sarana penampilan diri dan kinerja anda. Silakan coba, atau tanya kami antogsk@yahoo.com jika ada kendala. Salam Anto Gesek
Tuesday, October 23, 2007
Basarnas Resmi Pisah dari Dephub Mei 2008
detikcom - Basarnas Resmi Pisah dari Dephub Mei 2008 04/01/2008 18:09 WIB
Nograhany Widhi K
- detikcom Jakarta - Terhitung Mei 2008, Badan SAR Nasional (Basarnas) tidak akan lagi berada di bawah Departemen Perhubungan.
Presiden SBY menerbitkan Perpres 99/2007 yang memutuskan Basarnas sebagai Lembaga Pemerintahan Non Departemen (LPMD). "Kita diberi waktu 6 bulan sejak 15 November 2007 untuk lepas dari Dephub dan langsung di bawah Presiden. Itu berarti sekitar 15 Mei 2008," kata Kepala Basarnas Bambang Karnoyudho di sela-sela silaturahmi Menhub Jusman Syafii Djamal dengan pejabat eselon I di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (4/1/2008).
Dengan pemisahan itu, Bambang menyebutkan, kinerja Basarnas untuk operasi SAR bisa lebih optimal. Konsekuensinya, Basarnas membutuhkan lebih banyak SDM lagi. "Tahun 2007 kita juga sudah menerima 500 pegawai untuk rescuer, padahal kita minta sebanyak 1.110 orang per tahun yang direkrut dari tahun 2007-2009. Nanti kita usulkan ditingkatkan lagi," ujar Bambang. Dia menjelaskan, hingga akhir tahun 2007, total jumlah pegawai yang dimiliki Basarnas hanya 885 orang. Jumlah ini jauh dari ideal (sekitar 3.000-3.500 orang). Pegawai Basarnas ini nantinya akan disebar di 24 provinsi tempat perwakilan berada. Tak hanya SDM, Bambang juga mengungkapkan, dengan menjadi LPMD, anggaran yang diterima Basarnas meningkat dua kali lipat.
Jumlahnya pada tahun 2008 ini mencapai Rp 600 miliar dari yang sebelumnya Rp 300 miliar. "Anggaran tahun 2007 untuk peningkatan SDM, sedangkan anggaran 2008 untuk melengkapi peralatan seperti perahu dan helikopter yang menghabiskan dua pertiga total anggaran," papar Bambang. Hingga 6 bulan ke depan, Basarnas akan melakukan penataan organisasi dan pengalihan aset termasuk karyawan. "Nanti karyawan kita berikan pilihan, apakah mau jadi PNS di bawah Dephub atau ikut Basarnas," pungkas Bambang. (bal/umi)
Nograhany Widhi K
- detikcom Jakarta - Terhitung Mei 2008, Badan SAR Nasional (Basarnas) tidak akan lagi berada di bawah Departemen Perhubungan.
Presiden SBY menerbitkan Perpres 99/2007 yang memutuskan Basarnas sebagai Lembaga Pemerintahan Non Departemen (LPMD). "Kita diberi waktu 6 bulan sejak 15 November 2007 untuk lepas dari Dephub dan langsung di bawah Presiden. Itu berarti sekitar 15 Mei 2008," kata Kepala Basarnas Bambang Karnoyudho di sela-sela silaturahmi Menhub Jusman Syafii Djamal dengan pejabat eselon I di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (4/1/2008).
Dengan pemisahan itu, Bambang menyebutkan, kinerja Basarnas untuk operasi SAR bisa lebih optimal. Konsekuensinya, Basarnas membutuhkan lebih banyak SDM lagi. "Tahun 2007 kita juga sudah menerima 500 pegawai untuk rescuer, padahal kita minta sebanyak 1.110 orang per tahun yang direkrut dari tahun 2007-2009. Nanti kita usulkan ditingkatkan lagi," ujar Bambang. Dia menjelaskan, hingga akhir tahun 2007, total jumlah pegawai yang dimiliki Basarnas hanya 885 orang. Jumlah ini jauh dari ideal (sekitar 3.000-3.500 orang). Pegawai Basarnas ini nantinya akan disebar di 24 provinsi tempat perwakilan berada. Tak hanya SDM, Bambang juga mengungkapkan, dengan menjadi LPMD, anggaran yang diterima Basarnas meningkat dua kali lipat.
Jumlahnya pada tahun 2008 ini mencapai Rp 600 miliar dari yang sebelumnya Rp 300 miliar. "Anggaran tahun 2007 untuk peningkatan SDM, sedangkan anggaran 2008 untuk melengkapi peralatan seperti perahu dan helikopter yang menghabiskan dua pertiga total anggaran," papar Bambang. Hingga 6 bulan ke depan, Basarnas akan melakukan penataan organisasi dan pengalihan aset termasuk karyawan. "Nanti karyawan kita berikan pilihan, apakah mau jadi PNS di bawah Dephub atau ikut Basarnas," pungkas Bambang. (bal/umi)
PEKAN SADAR BENCANA
Pekan Sadar Bencana, PSB akan diselenggarakan mulai 23 Oktober 2007. Lokasi yang dipilih adalah lapangan Monumen Nasional (MONAS). Dimulai dari APEL SIAGA, Gladi, PAMERAN dari berbagai Provinsi yang turut serta memperingati HARI BENCANA DUNIA yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2007, hari RABU MINGGU ke II.
Saturday, October 13, 2007
Tuesday, September 11, 2007
GLADI BOM DAN KEBAKARAN
Penggambaran adanya ledakan bom yang mengguncang, merusakan bangunan dan menimbulkan korban manusia sehingga luka bahkan kematian diperlihatkan pada kejadian ini. Kecepatan menjaga wilayah bencana oleh petugas kepolisian dan penjinakan atau pencarian bahan peledak lainnya oleh petugas Gegana dan Satwa Polisi mengurangi risiko jatuhnya korban baru. Petugas pemadam kebakaran, masuk setelah daerah dinyatakan aman oleh Polisi Gegana dan Satwa, dengan gesit dan berprinsip safe (aman) bagi semua. Asap beracun yang timbul akibat bom dan kebakaran diminimalkan oleh petugas Damkar, sehingga petugas medis dapat leluasa masuk dan melakukan triase lapangan. Ambulans dengan berbagai tingkatan kemampuan masuk terkontrol oleh Pengendali Ambulans Lapangan.
Bagaimana dengan korban mati, bendera hitam ?? Ada tim forensik, di atas tampak tim DVI bekerja di lapangan.
GLADI LAPANG 11 SEPTEMBER 2007
Siapa yang ingat tentang tanggal 11 September ?? Legendaris, menara kembar, kebanggaan dunia, khususnya AS, runtuh oleh aktifitas teroris. Pada tanggal ini pula di tahun 2007, di Lapangan Buperta, Cibubur dilakukan kegiatan gladi lapangan (huru hara, bom, kebakaran) bidang Kesehatan dengan dukungan Rumah Sakit Umum Daerah dan Vertikal, RSU Swasta (FK-UKI), PMI, SAR, Polres Jakarta Pusat, Dokpol/DVI, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, SBH Pramuka, KSB, dan AGD DKP DKI Jakarta dilaksanakan oleh 3 Suku Dinas Pelayanan Kesehatan Kotamadya Jakarta Utara, Timur dan Pusat. Banyak manfaat yang dapat dipetik ini dirasakan oleh seluruh peserta, khususnya apa itu 3 K dalam 1 Komando dan 1 Sistem. Kegiatan Koordinasi, Komunikasi dan Kolaborasi sangat diraba rasakan, Sukses buat semuanya, semoga di bulan ini, berkah Ramadan menghampiri kita semua.
(silakan tengok di http://www.yankesjakut.blogspot.com/ dan http://www.dinkes-dki.go.id/ )
Monday, September 10, 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)
kegiatan GADARBEN
pelatihan PPGD




